Selamat Datang di Blog SMK Ma'arif Kota Mungkid (untuk berita terbaru, ... klik saja cover di atas)

Kamis, 20 Januari 2011

Jalur Jogja-Magelang Rawan Macet / Terputus

Guru dan Karyawan Stemakid, juga murid dan banyak orang yang pergi dan pulang kerja lewat jalan Magelang bakalan lebih lama dalam perjalanannya, karena kondisi jalan yang rusak akibat banjir lahar dingin merapi. Terutama yang melewati kaliputih (Jumoyo) dan jembatan Pabelan (Prumpung) karena kedua lokasi ini rawan rusak bila diterjang banjir lahar dingin.

Jembatan Pabelan rawan hanyut, karena dam penahan sudah tergerus, juga tiang penyangga juga sudah tergerus lahar dingin. Maka apabila pada akhirnya jembatan ini runtuh, jalan satu-satunya harus lewat Jagalan (pegunungan Borobudur). Demikian pula bila jalan aspal Gempol hanyut jadi kali putih, maka harus memutar lewat jalur selatan, Blongkeng atau sungai Ancol di dekat kalibawang kulon progo.

Semenjak merapi meletus dan berulangkali banjir lahar dingin, jalan raya Magelang KM 23 di Jumoyo Salam Magelang rawan macet.
Tepatnya di dusun Gempol tempat Kali Putih berada sangat rawan macet, bahkan nyaris terputus semenjak 7 kali berturut dilanda banjir lahar dingin Merapi.

Terakhir Kamis sore, 20 Januari 2011 kali putih kembali diterjang lahar dingin dan arus lalu lintas harus dipindahkan ke jalur alternatif.

Setelah diterjang lahar dingin Merapi, Jl Raya Magelang-Yogyakarta rusak parah. Akibatnya, sisi jalan yang bisa dilewati pengendara kian menyempit. Kemacetan pun tidak terhindarkan.

Dari rilis web-berita (yang dimuat detikcom), di lokasi, Jumat (21/1/2011), terjangan banjir lahar hingga 7 kali berturut-turut mengakibatkan jalan raya yang terletak di Km 23 Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, Magelang hancur pada sebagian sisi jalan. Lebar kerusakan mencapai 7 meter, dengan panjang sekitar 35 meter.

Selain itu, hempasan lahar yang mengikis jalan membentuk dinding curam setinggi 25 meter. Dinding curam ini tentunya bisa membahayakan pengendara karena di bawahnya bertebaran batu-batu besar dari Merapi.

Akibat kerusakan ini, kemacetan pun tak terelakkan. Bahkan kendaraan yang melewati jalan ini terjebak, hingga macet mengular sepanjang 7 kilometer. Tak jarang dari para pengendara mengeluhkan kondisi ini.

“Sangat terganggu mas dengan kondisi jalan seperti ini. Lebih baik jalur dialihkan saja kamudian cepat-cepat diperbaiki. Daripada jalan yang rusak oleh terjangan lahar dingin menyempit tetap dilalui menambah panjang kemacetan,” keluh Hardi (43), warga Pakem, Sleman, Yogyakarta.

Hardi berharap jalan segera diperbaiki karena jalan ini merupakan jalan penghubung antar propinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta.

“Sangat terganggu. Paling tidak jalan segera dikebut agar bisa normal kembali supaya bisa dilewati dengan lancar lagi,” timpal pengendara lain, Kobul Hidayat (52) yang berkendara dengan sepeda motor.

Untuk mengurangi kemacetan, di lokasi nampak petugas Satlantas Polres Magelang menerapkan sistem buka tutup arus lalu lintas. Para petugas juga meminta agar pengendara berhati-hati karena kondisi jalan yang masih berlumpur.

Sementara itu, Petugas Pelaksana Kebijakan (PPK) Bina Marga Magelang, Budi Sudarman saat ditemui detikcom berjanji akan segera memperbaiki jalan. Saat ini, petugas telah melakukan pengerukan dan mulai membuat pondasi. Tiga alat berat juga diperbantukan untuk membersihkan jalan yang berlumpur.

“Kini baru kami adakan pengerukan dan penataan batu-batu besar digunakan pondasi. Kita gunakan grosok kemudian akan kita tambal,” terang Budi.

Budi menjelaskan, pembuatan pondasi dan penambalan masih merupakan upaya tanggap darurat memperbaiki jalan. Sebab, jalan yang diperbaiki bisa saja kembali rusak jika banjir lahar dingin kembali terjadi.

“Ini khan tanggap darurat mas. Jadi semuanya serba darurat. Yang pasti secepatnya akan kita kerjakan supaya bisa segera selesai bila tidak terjadi hujan terus menerus,” jelas Budi.

Lebih lanjut, Budi juga mengungkapkan jika Pemrov masih mengkaji opsi pembuatan flyover di jalan ini untuk menghindari terjangan banjir lahar dingin.

Tidak ada komentar: