Terkait kampus stemakid yang digunakan sebagai barak pengungsian, pihak sekolah dan dinas pendidikan mengadakan rapat untuk menentukan sikap bagaimana proses PBM dapat tetap berjalan agar kompetensi siswa tetap dapat tercapai.
Setelah diadakan koordinasi, akhirnya diputuskan bahwa sekolah-2 yang dijadikan tempat pengungsian maka PBM tetap harus berjalan dengan cara menumpang di sekolah lain yang terdekat. Hal ini karena dinilai sekolah telah meliburkan siswa hampir 10 hari lamanya akibat merapi yang meletus dahsat ini.
Akhirnya siswa dan guru karyawan stemakid melaksanakan kegiatan PBM di SMP N 1 Kota Mungkid mulai Senin, 15 Nopember 2010 sampai waktu yang tidak ditentukan (sampai pengungsi kembali ke rumah). Kegiatan PBM dimulai jam 12.30 - 16.00, karena kegiatan siswa-siswi SMP dilaksakan dari jam 07.00 - 11.30. Karena sekolahnya "NUNUT", maka diharapkan seluruh untuk dapat menjaga kebersihan dan kerapian seluruh sarana-prasarana sekolah. Maka setelah pembelajaran usai, secara bergantian diadakan piket kelas untuk pembersihan ruangan dan lingkungan kelas.
Akhirnya, atas nama sekolah, guru, karyawan dan siswa kami sampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesedian SMP N 1 Kota Mungkid menerima kami yang menumpang kegiatan belajar mengajar di sana. Terima kasih, semoga kebaikan ini menjadi amal salih bagi semua yang turut memberikan manfaat bagi sesama yang sedang membutuhkan.
Selasa, 16 November 2010
SMK Maarif Kota Mungkid jadi Barak Pengungsian, PBM Mengungsi di SMPN 1 Kota Mungkid
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar