Hari ini, Minggu 4 Juli 2010 menjadi hari yang sangat bersejarah bagi Bu Ambar Budiyanti, S.Pd. Ya ... Bu Ambar yang merupakan guru di SMK Ma'arif Kota Mungkid akan memasuki babak kehidupan baru, .......... menikah, membangun kehidupan rumah tangga.
Siapakah pangeran yang menjadi suaminya, yang telah mengikat hatinya hingga bersedia menyerahkan diri dan kehormatannya untuk sebuah cita-cinta membina kasih sayang untuk mendapatkan rahmat-Nya dan menggapai ridho-Nya dalam hubungan yang disunahkan dan dicontohkan oleh Rasul-Nya.
Suaminya adalah Abang Teguh. Nama lengkapnya adalah Teguh Hudiyanto. Mas Teguh ini adalah mantan/alumnus SMK Ma'arif Kota Mungkid tahun 2004. Ya .... Mas Teguh lah yang membuat hati Bu Ambar menjadi tidak teguh untuk tetap hidup sendiri. Keteguhan Mas Teguh telah meneguhkan hati Bu Ambar untuk teguh membuang kesendirian Bu Ambar agar kehidupannya tidak hAmbar. Mas Teguh ini adalah seorang aparat keamanan negara, tepatnya sorang pasukan Marinir TNI AL. Saat ini bertugas di Pidi Aceh, dan beberapa hari ini cuti untuk melangsungkan pernikahan dan akan bertugas melindungi dan menyelimuti Bu Ambar dari serangan hawa panas-dingin. Jadilah pernikahan mantan murid/alumni SMK Ma'arif Kota Mungkid dengan Guru SMK Ma'arif Kota Mungkid, seperti kisahnya 'Yoko dengan Bibi Lung Gurunya dalam "The Condor Heroes" film klasik china yang tersohor beberapa puluh tahun silam.
Dalam pernikahan yang digelar di rumah orang tua Bu Ambar, di jalan Mayor Unus Kota Mungkid, tampak sangat semarak. Hadir seluruh jajaran pejabat teras SMK Ma'arif Kota Mungkid. Kepala Sekolah Bpk Drs. Sugeng Riyadi, M.Eng, pengawas SMK Drs. Eliya Martinus, waka-waka, kajur, guru dan karyawan hadir menyaksikan perhelatan perkawinan kedua insan yang berbahagia ini. Sesekali tampak tangan mereka senggal-sengolan dan berpegangan erat seakan sudah tak mampu menahan gelora dan suara hati mereka untuk segera berlayar menikmati indahnya perkawinan.
Sebenarnya Bu Ambar masih ada tugas disekolah berkaitan dengan panitia PSB, yang minggu depan akan melaksanakan MOS-MAKESTA. Akan tetapi karena Bu Ambar sedang sibuk dengan acara pernikahannya, maka oleh panitia dan sekolah dipersilahkan libur. Lagi pula beliau punya acara sendiri yang lebih menarik daripada MOS-MAKESTA. Beliau akan di MOS-MAKESTA berdua dengan suaminya, yang tidak boleh diganggu oleh guru-guru, siswa-siswa maupun kepala sekolah sekalipun. Tak boleh ada waktu yang terlewatkan tanpa MOS-MOSAN, begitu kata Bu Ambar dan suaminya.
Akhirnya, atas nama segenap Panitia PPDB 2010 dan segenap keluarga besar SMK Ma'arif Kota Mungkid, mengucapkan "SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU, SEMOGA MENJADI KELUARGA SAKINAH MAWADDAH WA ROHMAH, AMIN".
Selamat MOS Bu Ambar, jangan lupa matikan HP dan siapkan SAMPHO yang banyak. Juga minuman penambah stamina. Haaa, siapa berikutnya .... semoga niatan yang baik akan dimudahkan jalan untuk menempuhnya. Hari ini Pak Iwan yang hadir dan sudah membawa serta seorang gadis asal palembang, serasa ikut merasakan betapa damainya kalo duduk bersanding di pelaminan, semoga pak iwan lek nyusul, nggo tombo ati. Mas Rohmat, Mas Toni, Pak Narto, Pak Haryadi, Pak Agus, Bu Nanik, Bu Ella, Pak Iwan, kita menunggu undangan berikutnya dari panjenengan semua.
Minggu, 04 Juli 2010
Bu Ambar, Selamat Menempuh Hidup Baru
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar