Nama SMK Ma'arif Kota Mungkid di jajaran Direktorat Jenderal Pendidikan Jakarta sudah dikenal, sudah tidak asing lagi. Hal ini karena SMK Ma'arif yang berani tampil beda, sesuai konsep yang dicanangkan oleh Bapak Drs. Sugeng Riyadi, M.Eng sebagai kepala sekolah.
SMK Ma'arif Kota Mungkid sebagai sekolah berstandar nasional...... ya, bahkan sekolah kita sudah menjadi sekolah yang diunggulkan (Sekolah Unggulan) di Jawa Tengah. SMK Ma'arif pernah juga menjalin kerja sama dengan ATMI (Akademi Teknik Mesin Industri) Surakarta SOLO yang merupakan kiblatnya pendidikan teknik mesin di indonesia.
Nah berangkat dari prestasi tersebut sudah selayaknya jika sekolah ini merencanakan terobosan baru yang lebih spektakuler. Kalau di kereta api ada pembagian kelas berdasarkan kepentingan dan kecepatan diantaranya Ekonomi, Bisnis dan Executif. Di armada bis ada Ekonomi, AC, Bisnis, Executif begitu juga di pesawat maupun di kapal laut. Demikian juga penginapan, hotel dan rumah makan ada yang kelas pinggir jalan atau pinggir kali sampai bintang 5 hingga bintang 7. Lalu bagaimana dengan sekolah kita jika diadakan pembagian kelas berdasarkan kriteria di atas.
SMK Ma'arif pernah merencanakan membuka kelas khusus, dimana kelas tersebut mengakomodasi bagi siswa yang memiliki minat dan bakat yang kuat, inteligensi yang tinggi dan modal yang khusus pula. Kelas tersebut diperoleh dari penjaringan terhadap siswa yang memiliki kriteria di atas, kemudian akan diberikan muatan dengan kurikulum khusus/khas dari SMK Ma'arif Kota Mungkid, dimana muatan sains dan keteknikan lebih dalam, sehingga akan dihasilkan siswa dengan skill dan pengetahuan yang istimewa. Hal ini untuk mengakomodasi siswa yang memang punya kelebihan diantaranya yang mempunyai IQ tinggi akan lebih baik jika ia dikelompokkan pada kelas dengan perlakuan khusus / acelerasi. Bila ada beberapa siswa SMK Ma'arif dengan IQ >=140 dan kemudian dibuat kelas khusus dan akhirnya berhasil membuat, merancang atau memodifikasi sebuah sistem baru, maka SMK Ma'arif benar-benar sebagai sekolah "TAMPIL BEDA" dan "SOLUSI TEPAT CALON PROFESIONAL MUDA" akan semakin berkibar di nusantara.
Realita yang ada di lapangan menunjukkan beberapa lulusan SMK Ma'arif ternyata mampu bersaing dan di dunia kerja, beberapa alumni juga mampu bersaing di dunia pendidikan yang lebih tinggi. Beberapa contoh misalnya, Teguh Ismoyo dan Said Susanto (alumni 2005) sekarang bekerja di SEMICON dan berprestasi dengan dikirimnya mereka ke JEPANG selama 1 tahun untuk pendidikan menjadi Enginer. Budiyanto (alumni 2004, pinter matematika) sekarang mendapatkan beasiswa dari Direktorat Jakarta melanjutkan pendidikan Sarjana (D4) di VEDC Malang yang merupakan kerjasama Direktorat dengan Lembaga Pendidikan Jerman. Beberapa alumni yang lain bekerja di Dunlop, Astra, PAMA dan lain-lain yang pada saat pembelajaran di kelas mereka menunjukkan bakat dan kemampuan yang istimewa. (Beberapa waktu ke depan akan kami uploadkan daftar alumni yang sekarang telah bekerja/berhasil di dunia kerja atau yang melanjutkan studi dan berprestasi, insya-Alloh)
Nah, anak-anak yang seperti ini harus disikapi dengan adil dan bijak dengan memberi mereka perhatian dan perlakuan khusus. Adapun fasilitas dan pelayanan akan mengikuti sesuai kebutuhan dan tuntutan untuk memperoleh output/outcome yang unggul.
Sarana Prasarana
Gambaran sederhana rencana penerimaan kelas khusus adalah : - Asrama putra dan putri untuk tempat tinggal siswa (hotspot).
- Ruang belajar yang didesain untuk kelas kecil dengan kapasitas 20 - 24 siswa per kelas.
- Laptop untuk setiap siswa.
- Perpustakaan dilengkapi komputer multimedia dan akses internet (hotspot).
- Lapangan olah raga yang luas.
- Ruang laboratorium Fisika, Kimia, Komputer.
- Bengkel kerja mesin dan otomotif yang lengkap.
Pertanyaan ini akan terjawab jika memang keberadaan kelas ini dapat disepakati sesuai yang pernah diwacanakan beberapa tahun yang lalu (4 tahun lalu).
Bagaimana selanjutnya, bagaimana nanti mamanjemen sekolah mensikapi gagasan ini, kita serahkan pada Alloh dan kita tunggu waktunya ...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar