Sukses Ujian Nasional dengan Jujur
Judul di atas oleh sebagian siswa - bahkan oleh sebagian guru dan pengelola sekolah - dianggap jadul, dianggap utopia dan sok idealis. Hal ini karena sebagian dari siswa - sebagian guru - sudah alih orientasi bahwa kesuksesan belajar adalah KUANTITAS NILAI. Nilai yang tinggi - LULUS dan prosentase kelulusan adalah target utama.
Padahal sesungguhnya, dari hakekat belajar adalah proses pendewasaan diri menjadi pribadi yang dewasa akal-pikiran-dan hatinya untuk memaknai sebuah kejadian, nilai, moral dengan hati dan pikiran yang matang, yang dewasa dan legawa. Utamanya justru pada bagaimana proses belajar itu sendiri, bukan bagaimana hasil. Karena sesungguhnya hasil adalah manifesatsi/perwujudan dari proses. Jika proses belajar dilaksanakan dengan standar, baik atau bahkan lebih baik, maka hasilnya tak akan jauh dari target yang direncanakan. Tentu saja untuk mencapai target dengan hasil baik, perlu diciptakan sebuah proses pembelajaran yang kondusif, yang menyenangkan, yang inovatif dan yang selalu update dengan tuntutan jaman dan kebutuhan.
Maka kalo orang sudah berorientasi semata-mata agar hasilnya LULUS, KELULUSAN 100 %, yang kemudian dicapai dengan cara-2 instan dan terlebih dengan cara-2 CURANG, MANIPULASI, TIDAK JUJUR - baik dengan strategi/maupun bagi-bagi/dibuatkan kunci atau model lain yang lebih up to date. Yah...... kalo begitu terus kenapa harus diberi pelajaran di kelas, buat apa ada les, buat apa ada doa bersama, buat apa prihatin dan usaha-2 lain yang profesional kalau akhirnya dilaksanakan dengan cara-2 yang tidak JUJUR. Apa jadinya masa depan anak didik, apa jadinya lembaga pendidikan ke depan dan apa jadinya pendidikan dan negara ini ke depan kalau sistemnya seperti ini.
Ada beberapa sekolah yang sangat menjunjung tinggi kejujuran dan profesionalisme, bahkan sebelum perhelatan UN dilaksanakan, manajemen mengadakan rembug dengan seluruh guru dan karyawan menyikapi kenyataan dan kejadian disekitarnya, lalu diputuskan bersama dengan KOMITMEN UNTUK JUJUR, BERSIH DAN PROFESIONAL. Kalaupun yang tidak lulus lebih dari 20 anak, tidak masalah. Itulah proses pendidikan, itulah konsekuensi yang harus diterima sebagai upaya mendidik manusia menjadi manusia.
Pada tulisan dibawah ini (posting episode sebelumnnya) telah saya up-loadkan esay dari MOTIVATOR INDONESIA : BAPAK MARIO TEGUH, yang sukses dengan pribadinya yang unggul dan jujur, yang akhirnya dapat turut mendidik dan membangun bangsa.
Kamis, 25 Maret 2010
Sukses Ujian Nasional dengan Jujur, Bisa ?
Refleksi Ujian Nasional, Bukan Hanya Nilai/Angka
Essay ini bersumber dari laman Facebook, http://www.facebook.com/notes/mario-teguh, dimana pada frame tersebut pak Mario Teguh selalu menuangkan pandangan-2 dan gagasan-2 positif beliau yang sangat berguna dan sangat perlu untuk kita simak untuk kita resapi dan kita terapkan, kalau kita ingin maju, ingin sukses dengan sukses yang jujur, sukses yang hakiki, bukan kamuflase, bukan hasil manipulasi.
Berikut lengkapnya; selamat menyimak, kemudian simpulkan !
MTSN - ADIK-ADIK DAN ANAK-ANAKKU TERKASIH - NEVER WORK FOR THE NUMBERS!
yang sedang bekerja keras membangun kehidupan yang keindahannya sudah ada dalam impian-impiannya.
Mudah-mudahan sapa saya di hari Kamis siang ini menjumpai Anda dalam kedamaian dan kesehatan yang mendasari kesungguhan Anda untuk menjadi yang terbaik dalam yang Anda lakukan.
Sekedar informasi,
45% dari 943,112 Super Fans di Facebook Mario Teguh hari ini, atau sekitar 424,400 Super Fans berusia antara 13 – 24 tahun!
Hampir setengah juta pembaca Super Note ini adalah anak-anak dan adik-adik saya yang masa depannya sangat cemerlang!
Untuk adik-adik dan anak-anak saya yang terkasih, ini pesan Pak Mario ya?
Janganlah merasa tertekan karena Anda harus menjadi pribadi yang kaya, berpangkat tinggi, dan ternama.
Itu bukan tujuan yang mendamaikan hati.
Padahal, kedamaian adalah suasana hati yang terbaik bagi pengembangan semua kualitas adik-adik dan anak-anakku.
Selalu ada jalan baik untuk mencapai kebaikan.
Sekarang,
Mau tahu bagaimana Pak Mario dulu belajar dan bekerja untuk membangun karir dan kehidupan Pak Mario sampai sekarang ini?
Ini rahasianya, dalam tiga langkah (bijak mode – on):
1. I never work for the numbers.
2. I work to be the best at what I do.
3. Then, the best numbers come in.
Pak Mario dari dulu sampai sekarang, tidak pernah belajar untuk menjadi juara satu, dan tidak pernah bekerja untuk mencari uang.
Pak Mario belajar untuk menjadi paling mengerti di bidang yang Pak Mario pelajari, atau Pak Mario menjadi yang terbaik dalam mengerjakan yang Pak Mario kerjakan.
Pak Mario tidak pernah belajar atau bekerja untuk mengalahkan orang lain.
Pak Mario belajar dan bekerja untuk menjadi lebih baik daripada Pak Mario kemarin.
Setelah itu, eh ternyata …, angka-angka yang terbaik datang.
Pak Mario kadang-kadang juara di kelas.
Tapi nggak selalu sih ya?, khan kita harus kasih kesempatan untuk yang lain juara juga. Khan nggak keren kalau kita juara terus?!
Karena tidak sibuk cari uang, tapi sibuk jadi yang terbaik dalam pekerjaan, Pak Mario diberi pangkat lumayan tinggi waktu muda; umur 33 tahun sudah Vice President, umur 38 tahun Pak Mario mengundurkan diri dari jabatan di Bank untuk berwiraswasta, jadi konsultan dan pembicara publik.
Sebagai pebisnis mandiri yang modalnya adalah:
kesungguhan untuk menjadikan diri dan yang Pak Mario lakukan sebagai keuntungan bagi mereka yang Pak Mario layani,
awalnya susah sekali (sebetulnya: amat sangat super susah sekali),
tapi remember the first rule:
I never work for the numbers,
and the second rule:
I work to be the best at what I do.
Eh …! tahu-tahu sudah bisa punya rumah, tahu-tahu sudah dikasih dua anak lucu-lucu oleh Ibu Linna, bisa liburan ke sana ke sini, menulis di koran, ada di radio, dan eh! tahu-tahu sudah ada di TV, dan eh! Facebook Fans sudah hampir satu juta!, dan eh! ke mana-mana ada teman yang menyapa Salam Zhupper ... Pak Mario!
Believe me,
Jika kita berfokus pada yang penting, tahu-tahu kehidupan ini damai dan utuh.
Tapi, kalau soal uang, sampai sekarang Pak Mario masih tetap tidak punya.
Jangankan uang, dompet saja Pak Mario tidak punya. Karena, semua uang dan harta keluarga dipegang dan diurus Ibu Linna.
Pak Mario memang percayakan semua kepada Ibu Linna, karena Pak Mario ingin tetap bekerja dengan Rule No. 1, dan karena Pak Mario sangat mempercayai Ibu Linna, dan dia menjaga kepercayaan itu dengan sangat baik.
Pak Mario pilih Ibu Linna untuk menjadi Ibu dari anak-anak Pak Mario, untuk menjadi boss keluarga, dan menjadi sahabat dan kekasih Pak Mario – karena orangnya baik, jujur, sayang anak dan suami, pandai (dia MBA di Amerika umur 22 tahun), dan cantik (itu bonus, tapi tidak mutlak, meskipun penting, … kalau bisa sih ya?)
Dan yang ini sedikit diketahui oleh orang, Ibu Linna adalah senjata rahasia Pak Mario.
Ibu Linna yang memastikan Pak Mario tampil dengan pakaian dan posture yang baik di publik, dia yang menjaga kesehatan dan kesegaran Pak Mario, dia yang menasehati Pak Mario mengenai bahasa dan selera bicara Pak Mario, dia yang mengharuskan orang lain berlaku hormat kepada Pak Mario, dia yang mengingatkan saya kalau saya lupa bahwa saya Mario Teguh.
Bagaimana mungkin Pak Mario tidak menyayangi dan menghormati Ibu Linna? Hidupnya adalah untuk kebaikan suami dan anak-anaknya.
Bila adik-adik dan anak-anakku nanti memikirkan pacar atau pasangan hidup, pastikan kalian memillih pria atau wanita yang akan menghebatkan diri kalian. Dengannya, kalian akan saling menghebatkan.
Khan kalian sudah tahu, pasangan hidup yang tidak di-recommend oleh Pak Mario?
Dan yang ini jangan di-argue:
Wanita-wanita yang baik adalah untuk pria-pria yang baik.
Dan sebaliknya, pria-pria yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik.
...........
So, adik-adik dan anak-anaku yang sangat Pak Mario sayangi,
Kehidupan ini indah.
Jangan hanya mengeluhkan keharusan-keharusan yang harus kalian penuhi sekarang, yang rasanya tidak enak dan merampas kebebasan itu.
Semua keharusan di masa muda, adalah yang membebaskan di masa dewasa dan tua.
Pak Mario waktu masih anak-anak dan muda dulu (kira-kira tahun lalu ya?) bukanlah murid yang paling cerdas, bukan yang paling rajin, dan bukannya tanpa keluhan.
Tetapi, Pak Mario untungnya masih menghormati orang tua dan para guru.
Jaman itu saja, Pak Mario sudah dicemooh teman-teman sebagai kuno, karena lebih menuruti anjuran baik, daripada mbolos dan main meninggalkan pelajaran.
Tetapi itulah yang membuat Pak Mario punya ijazah dan pendidikan yang menjadi tiket masuk untuk bekerja. Teman-teman Pak Mario yang nakal dan bandel itu dulu, banyak yang sekarang sudah jadi kakek-kakek yang penuh penyesalan. Kasihan sih ya? Tapi itu pilihan mereka saat masih muda dulu.
Pada akhirnya, setiap orang harus bertanggung-jawab atas dirinya masing-masing.
Kalau adik-adik dan anak-anakku termasuk yang sulit mempercayai orang yang lebih tua, jangan tidak percayai Pak Mario mengenai hal yang ini ya?
Yang menelantarkan masa muda, akan menjadi orang tua yang ditelantarkan oleh kehidupan.
Kalau kepastian itu dijadikan taruhan, taruhannya adalah kehidupan, yang pasti kalah!
Trust me.
Guys, I love you. Very few things are truer than this.
………..
Adik-adik dan anak-anakku yang baik hatinya,
Kalian adalah pembesar masa depan.
Jangan pernah melihat diri Anda sendiri dengan pandangan yang tidak sesuai bagi pribadi seterhormat Anda.
Jangan lihat diri Anda sekarang sebagaimana adanya.
Lihatlah diri Anda sebagaimana bisa jadinya.
Kalian adalah permata dan mutiara kebanggaan orang tua kalian, yang menjadi tujuan dari semua doa dan harapan Ayah dan Bunda.
Jika suatu hari nanti kalian menjadi pribadi-pribadi besar yang bernilai bagi kehidupan bangsa, sadarkah kalian bahwa rahim Ibunda telah digunakan oleh Tuhan untuk menjadi tempat pembentukan kalian, untuk menjadi bayi lucu yang sehat dan kuat kemauannya itu?
Sayangilah Ibunda dan Ayahanda. Mereka adalah saudara dan sahabat Pak Mario, yang sangat Pak Mario hormati dan sayangi.
Kalau kalian mendengar dan melihat Pak Mario berbicara, atau menulis dengan bahasa yang penuh hormat kepada Ibunda dan Ayahanda kalian, apakah kalian bisa sedikit meniru cara bicara Pak Mario - saat kalian berbicara dengan Bunda dan Ayah?
Pak Mario minta kalian mencoba ya?
Cobalah berbicara penuh kasih dan hormat kepada Bunda dan Ayah, lalu perhatikan apa yang terjadi.
Kalian akan melihat dengan nyata, bagaimana Tuhan akan memberikan hal-hal baik kepada kalian, bahkan yang kalian lupa minta.
Nanti, kalau sempat membebaskan diri dari orang banyak, berbicaralah dekat-dekat dengan Tuhan, bisikkanlah ini:
Tuhanku yang sangat aku sayangi,
Aku sangat menyayangi Ibu dan Ayahku.
Bantulah aku untuk menjadi anak yang membanggakan mereka.
Jika bukan melalui mereka, aku tidak akan berada dalam kehidupan ini, dan hidup dalam hak ku untuk menjadi pribadi yang besar, kuat, dan bernilai.
Kuatkanlah aku dihadapkan rasa malasku.
Tegaskanlah aku dalam menolak yang tidak baik.
Mudahkanlah bagiku untuk mengerti, untuk mengingat, dan terampilkanlah aku dalam menyelesaikan soal-soalku.
Tuhanku, aku ingin menjadi jiwa yang kau kasihi.
Maka bantulah aku untuk menjadi jiwa yang jujur, yang damai, yang rajin, dan yang penuh kegembiraan.
Cerahkanlah masa depanku.
Jadikanlah aku pribadi yang bernilai bagi sesama.
Amien.
………..
Adik-adik dan anak-anakku yang sangat Pak Mario kasihi,
Begitu dulu ya?
Besok Ibu Linna dan Pak Mario, bersama beberapa sahabat akan terbang ke Tanah Suci untuk ibadah Umroh. Marco, anak laki-laki Pak Mario yang mirip sekali dengan ayahnya (saya!) akan ikut, tetapi Audrey tidak bisa ikut karena harus bersama teman-temannya ikut UN.
Mudah-mudahan semua anak-anakku yang terkasih, bersama Audrey yang tersayang, dapat melalui Ujian Nasional ini dengan damai dan lulus dengan baik.
Ibu Linna dan Pak Mario akan doakan keberhasilan kalian semua di Madinah dan Mekkah ya?
Dan tahu nggak?, bahwa semua doa orang tua dan kami di Tanah Suci, akan menjadi sangat manjur, kalau dibuka oleh doa kalian masing-masing langsung kepada Tuhan Yang Maha Pengasih.
Sampai kita bertemu suatu ketika nanti ya?
Mohon disampaikan salam sayang untuk Bunda dan Ayah, dari Ibu Linna dan Pak Mario.
Be good!
Loving you all as always,
Mario Teguh
==================================
Demikian, semoga manfaat untuk membangun pribadi siswa, pribadi guru, pribadi karyawan, pribadi pengelola dan pribadi manajer dalam melaksakan proses pendidikan yang profesional, jujur dan bermoral, sehingga akhirnya dapat diperoleh siswa yang luar biasa, guru yang luar biasa dan pengelola dan manajer yang luar biasa dengan prestasi yang luar biasa yang diikuti moral dan pribadi yang luar biasa. Amin.
Sabtu, 20 Maret 2010
KISAH NYATA - KEBESARAN JIWA SEORANG IBU
Kejadian ini terjadi di sebuah kota kecil di Taiwan, Dan sempat dipublikasikan lewat media cetak dan electronic.
Ada seorang pemuda bernama A be (bukan nama sebenarnya). Dia anak yg cerdas, rajin dan cukup cool. Setidaknya itu pendapat cewe2 yang kenal dia. Baru beberapa tahun lulus dari kuliah dan bekerja di sebuah perusahaan swasta, dia sudah di promosikan ke posisi manager. Gaji-nya pun lumayan.
Tempat tinggalnya tidak terlalu jauh dari kantor. Tipe orangnya yang humoris dan gaya hidupnya yang sederhana membuat banyak teman2 kantor senang bergaul dengan dia, terutama dari kalangan cewe2 jomblo. Bahkan putri owner perusahaan tempat ia bekerja juga menaruh perhatian khusus pada A be.
Dirumahnya ada seorang wanita tua yang tampangnya seram sekali. Sebagian kepalanya botak dan kulit kepala terlihat seperti borok yang baru mengering. Rambutnya hanya tinggal sedikit dibagian kiri dan belakang. Tergerai seadanya sebatas pundak. Mukanya juga cacat seperti luka bakar. Wanita tua ini betul2 seperti monster yang menakutkan. Ia jarang keluar rumah bahkan jarang keluar dari kamarnya kalau tidak ada keperluan penting. Wanita tua ini tidak lain adalah Ibu kandung A Be.
Walau demikian, sang Ibu selalu setia melakukan pekerjaan rutin layaknya ibu rumah tangga lain yang sehat. Membereskan rumah, pekerjaan dapur, cuci-mencuci (pakai mesin cuci) dan lain-lain. Juga selalu memberikan perhatian yang besar kepada anak satu2-nya A be. Namun A be adalah seorang pemuda normal layaknya anak muda lain. Kondisi Ibunya yang cacat menyeramkan itu membuatnya cukup sulit untuk mengakuinya. Setiap kali ada teman atau kolega business yang bertanya siapa wanita cacat dirumahnya, A be selalu menjawab wanita itu adalah pembantu yang ikut Ibunya dulu sebelum meninggal. “Dia tidak punya saudara, jadi saya tampung, kasihan.” jawab A be.
Hal ini sempat terdengar dan diketahui oleh sang Ibu. Tentu saja Ibunya sedih sekali. Tetapi ia tetap diam dan menelan ludah pahit dalam hidupnya. Ia semakin jarang keluar dari kamarnya, takut anaknya sulit untuk menjelaskan pertanyaan mengenai dirinya. Hari demi hari kemurungan sang Ibu kian parah. Suatu hari ia jatuh sakit cukup parah. Tidak kuat bangun dari ranjang. A be mulai kerepotan mengurusi rumah, menyapu, mengepel, cuci pakaian, menyiapkan segala keperluan sehari-hari yang biasanya di kerjakan oleh Ibunya. Ditambah harus menyiapkan obat-obatan buat sang Ibu sebelum dan setelah pulang kerja (di Taiwan sulit sekali cari pembantu, kalaupun ada mahal sekali).
Hal ini membuat A be jadi BT (bad temper) dan uring-uringan dirumah. Pada saat ia mencari sesuatu dan mengacak-acak lemari Ibunya, A be melihat sebuah box kecil. Didalam box hanya ada sebuah foto dan potongan koran usang. Bukan berisi perhiasan seperti dugaan A be. Foto berukuran postcard itu tampak seorang wanita cantik. Potongan koran usang memberitakan tentang seorang wanita berjiwa pahlawan yang telah menyelamatkan anaknya dari musibah kebakaran. Dengan memeluk erat anaknya dalam dekapan, menutup dirinya dengan sprei kasur basah menerobos api yang sudah mengepung rumah. Sang wanita menderita luka bakar cukup serius sedang anak dalam dekapannya tidak terluka sedikitpun.
Walau sudah usang, A be cukup dewasa untuk mengetahui siapa wanita cantik di dalam foto dan siapa wanita pahlawan yang dimaksud dalam potongan koran itu. Dia adalah Ibu kandung A be. Wanita yang sekarang terbaring sakit tak berdaya. Spontan air mata A be menetes keluar tanpa bisa di bendung. Dengan menggenggam foto dan koran usang tersebut, A be langsung hormat disamping ranjang sang Ibu yang terbaring. Sambil menahan tangis ia meminta maaf dan memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini. Sang Ibu-pun ikut menangis, terharu dengan ketulusan hati anaknya. ” Yang sudah-sudah nak, Ibu sudah maafkan. Jangan di ungkit lagi”.
Setelah ibunya sembuh, A be bahkan berani membawa Ibunya belanja kesupermarket. Walau menjadi pusat perhatian banyak orang, A be tetap cuek bebek. Kemudian peristiwa ini menarik perhatian kuli tinta (wartawan). Dan membawa kisah ini kedalam media cetak dan elektronik.
Teman2 yang masih punya Ibu (Mama atau Mami) di rumah, biar bagaimanapun kondisinya, segera hormat di hadapannya. Selagi masih ada waktu. Jangan sia-sia kan budi jasa ibu selama ini yang merawat dan membesarkan kita tanpa pamrih. kasih seorang ibu sungguh mulia.
Subhanalloh..... (disadur dari Catatan Facebook Kembang Anggrek)
Kamis, 04 Maret 2010
Ujian KKPI Kelas 3 TI, Asessor dari SMK N 1 Magelang
Besok, Sabtu 6 Maret 2010 adalah jadwalnya SMK Ma'arif Kota Mungkid (STEMAKID) mengikuti ujian KKPI (Ketrampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi) yang akan diikuti 18 siswa kelas 3 TKJ.
Ujian ini menggunakan sistem ujian standar nasional berdasarkan sistem modul. Modul terdiri dari 10 modul dengan standar operasi dari VEDC Malang.
