Selamat Datang di Blog SMK Ma'arif Kota Mungkid (untuk berita terbaru, ... klik saja cover di atas)

Senin, 07 September 2009

Hormati Guru, Jadilah Siswa yang Berbudi

Para Pembaca dan Anak-anakku sekalian, hormatilah gurumu karena jerih payahnya dan budi dan jasanya tak terukur dan tak tergantikan oleh SPP atau uang yang kalian bayarkan. Ketulusannya memberikan ilmu dan mengajarkan budi pekerti bagai air bening yang mengalir dari hulu sungai di puncak gunung yang tinggi, tak terbendung dan terhenti. Mengajar dan mengajar, mendidik dan mendidik walau terkadang situasi dan kondisi tak mau mengerti betapa berat tugas menjadi pendidik ini. Kembali, hormatilah guru, semua guru. Jasanya dan amal baktinya tak ternilai, sampai-sampai pemerintah hanya dapat memberi gelar "PAHLAWAN TANPA TANDA JASA".

Tulisan ini semoga juga menjadi bahan renungan bagi para guru untuk menjadi guru yang bersahaja (menjadi diri sendiri-apa adanya). Karena menjadi guru bukan pekerjaan mudah, bukan pilihan yang begitu saja terjadi. Ada hal-hal yang memang perlu dipertimbangkan bagi seseorang untuk akhirnya menjadi seorang "GURU". Pekerjaan dan penghasilan bagi seorang guru (khususya GTT) tidak sebanding dengan nama, derajat dan perhargaan masyarakat yang dianggap sebagai panutan dan pedoman bagi kehidupan berbangsa dan bernegara dalam lingkungan sosial.

Oleh karena beban dan nama yang disandang sangat berat dibanding penghasilan dan imbalan (dibanding profesi lain yang sejenis), maka sebagai orang berpendidikan yang berkecimpung di dunia pendidikan untuk mendidik anak bangsa, maka selayaknya image dan mental harus dijaga agar antara penampilan, perangai dan karaktek serta ruhani dapa berjalan seimbang dan tidak saling bertolak belakang, bahwa keutamaan seseorang bukan dari penampilan, bukan dari kecantikan dan ketampanan saja yang semata-mata karunia Alloh yang tak dapat dipesan atau diproses dengan teknologi atau rekayasa.

Lalu bagaimana agar nama, derajat dan penghargaan agar tetap sepadan dan luntur lantaran jiwa yang haus akan harta, jiwa kering karena kebutuhan yang semakin melenting. Tiada lain menjadi "DIRI SENDIRI, APA ADANYA, MEMBANGUN JIWA DAN MENYEMPURNAKAN ROHANI". Sebuah kata/slogan yang indah yang manis namun berat untuk di jalani. Namun itulah yang terjadi kalo kita menjadi diri sendiri maka tak akan terbebani, tak harus menjadi orang lain atau seperti orang lain yang kita pasti mampu memiliki. Orang yang biasa saja akan menjadi luar biasa bukan karena dia merubah penampilan, wajah atau bentuk tubuhnya. Dia akan menjadi luar biasa karena ilmunya, wawasannya, karyannya dan fungsinya bagi banyak orang.

Nah berikut beberapa uraian yang semoga bermanfaat untuk menjadikan diri kita lebih baik namun tetap apa adanya. Untuk membentuk bibir yang menawan, ucapkanlah kata-kata kebaikan. Untuk mendapatkan mata yang indah, carilah kebaikan pada setiap orang yang anda jumpai. untuk mendapatkan bentuk badan yang langsing, bagikanlah makanan dengan mereka yang kelaparan. Untuk mendapatkan rambut yang indah, mintalah seorang anak kecil untuk menyisirnya dengan jemarinya setiap hari. Untuk mendapatkan sikap tubuh yang indah, berjalanlah dengan segala ilmu pengetahuan, dan anda tidak akan pernah berjalan sendirian.

Manusia, jauh melebihi segala ciptaan lain. Perlu senantiasa berubah, diperbaharui, dibentuk kembali, dan diampuni. Jadi, jangan pernah kecilkan seseorang dari hati anda. Apabila anda sudah melakukan semuanya itu, ingatlah senantiasa. Jika suatu ketika anda memerlukan pertolongan, akan senantiasa ada tangan terulur. Dan dengan bertambahnya usia anda, anda akan semakin mensyukuri telah diberi dua tangan, satu untuk menolong diri anda sendiri dan satu lagi untuk menolong orang lain.

Kecantikan wanita bukan terletak pada pakaian yang dikenakan, bukan pada bentuk tubuh, atau cara dia menyisir rambutnya. Kecantikan wanita terdapat pada mata, cara dia memandang dunia. Karena di matanya terletak gerbang menuju ke setiap hati manusia, di mana cinta dapat berkembang.

Kecantikan wanita bukan pada kehalusan wajah. Tetapi pada kecantikan yang murni, terpancar pada jiwanya, yang dengan penuh kasih memberikan perhatian dan cinta dia berikan. Dan kecantikan itu akan tumbuh sepanjang waktu.

Tidak ada komentar: