Selamat Datang di Blog SMK Ma'arif Kota Mungkid (untuk berita terbaru, ... klik saja cover di atas)

Senin, 28 September 2009

Halal bi Halal Guru & Karyawan SMK Maarif Kota Mungkid

Pada hari Minggu, 27 September 2009 SMK Ma'arif Kota Mungkid mengadakan acara hala bi balal.
Acara tersebut dilaksanakan di rumah waka kesiswaan - Bu Ella, di Mertoyudan. Dalam undangan - acara dilaksanakan dimulai jam 10.00 WIB - sampai selesai.
Acara halal bi halal berlangsung meriah dan khidmat dengan pembawa acara Pak Gunawan dan susunan acara :

  1. Pembukaan
  2. Pembacaan Kitab suci Al-Quran oleh mas Wahid
  3. Tahlil dipimpin Pak Haji Azis
  4. Sambutan tuan rumah
  5. Ikrar halal bi halal dari pihak muda (diwakili Pak Surais)
  6. Ikrar halal bihalal ( jawaban) dari pihak tua (diwakili Pak Kepala Sekolah)
  7. Hikmah halal bi halal (Pengajian) diisi oleh Pak Kyai Asngari
  8. Hiburan, sumbangan lagu dari Pak Yuni
  9. Penutup
  10. Acara diakhiri dengan jabat tangan.
Berikut gambar hasil jepretan kegiatan tersebut (urut berdasarkan susunan acara) ;






Dan inilah tampang-tampang keren para guru dan karyawan stemakid, sekolah yang kita banggakan.






Senin, 14 September 2009

1 Syawwal 1430 H, InsyaAlloh Ahad, 20 Sept-2009

Hari sudah masuk hari ke 24 puasa, artinyna Ramadhan 1430 H akan segera berakhir. Di sekolah sedang dilaksanakan pesantren kilat dan makesta bagi kelas 1. Senang bersama kawan2 dan susah karena jauh dari sodara dan orang tua, tapi banyak hikmah dan kenikmatan ruhani yang diperoleh selama pesantren kilat dan makesta ini. Tak terasa akan segera berakhir, segera pulang menyambut hari raya idul fitri 1430 H.

Bulan suci Ramadhan 1430 H sedang kita jalani dan akan segera kita sambut bulan Syawwal 1430 H. PP Muhammadiyah melalui Maklumat Nomor : 06/MLM/I.0/E/2009 mengumumkan penetapan tanggal 1 Ramadhan 1430 H berterpatan dengan hari Sabtu Pahing, tanggal 22 Agustus 2009, dan dan 1 Syawwal 1430 H bertepatan dengan 20 Septemer 2009. Persis juga telah menetapkan hal serupa. Sementara NU memperkirakan juga pada tanggal masehi yang sama untuk Ramadhan. Sebagai orang awam, kita harus ikut mana, jikalau berbeda…?

I. Kapan 1 Syawal 1430 H?

Permulaan 1 Syawwal 1430 H secara hisab, insya Alloh akan jatuh pada tanggal masehi 20 September 2009, hari Ahad. Tetapi sebagai insan beriman, kita juga harus menyadari bahwa kita tidak boleh memastikan segala sesuatu yang belum terjadi. Jadi, apakah nanti akan benar-benar 1 Syawwal 1430 H jatuh tepat pada Ahad, 20 September 2009, atau maju bahkan akan mundur… Kita harus menunggu bila saatnya telah tiba.

Seperti kapan akan terjadi Kiamat, hanya Alloh SWT yang Maha Mengetahui. Begitu juga kapan 1 Syawwal 1430, kapan 1 Syawwal 1431, 1432, 1433, 1434,…dst.

Benar, tetapi kalau hisab sudah sangat maju, mengapa Maklumat 1 Syawwal 1431 tidak juga diumumkan? Bahkan kita di era modern yang serba digital ini, melalui HISAB kita sudah bisa menghitung, kapan 1 Syawwal ribuan tahun yang akan datang…

Contoh sederhana:

1 Syawwal 9.999 H insya Alloh akan jatuh pada hari Kamis, 26 Juli 10.323 M

Begitulah….Alloh SWT telah menciptakan manusia dilengkapi dengan akal dan fikiran, manusia diberi akal untuk berfikir. ’Otak’ sebagai alat berfikir inilah yang akhirnya memunculkan beragam cara pandang terhadap satu objek kajian. Awal Ramadhan, Awal Syawwal, dan Awal Dzul Hijjah; adalah salah satu objek yang serupa. Karena cara pandang terhadap penentuannya berbeda antara satu dengan lainnya, maka orang akhirnya menjadi berbeda menjalaninya. Dari ke 3 objek di atas, yang sering menjadi polemik tidak berkesudahan ini, saya ambil satu saja yakni : Penentuan Awal Syawwal 1430 H.

Download Makalah : Menentukan 1 Syawwal 1430 H

II. Hisab dan Rukyah 1 Syawwal 1430 H:

1. Lokasi Banda Aceh/NAD:
• Koordinat Banda Aceh (5° 31′, 95° 11′),
• Tgl 29 Ramadhan 1430 H = 19 September 2009
• Hari Ijtimak = Sabtu, 19 September 2009 jam 01:44 WIB
• Sunset pada 18:36 WIB, pada Azimuth=271° 24’
• Pada saat Sunset, Moon alt= 4° 13’, Azimuth= 262° 44’
• Moonset pada 18:57 WIB, Azimuth=263° 9’,
• Kesimpulan HILAL MUNGKIN DILIHAT
• Peta Visibiltas Hilal : PERLU ALAT BANTU UNTUK MELIHAT HILAL

2. Lokasi Merauke:
• Koordinat Merauke (-8° 28′, 140° 21′),
• Tgl 29 Ramadhan 1430 H = 19 September 2009
• Hari Ijtimak = Sabtu, 19 September 2009 jam 03:44 WIT
• Sunset pada 17:34 WIT, pada Azimuth=271° 16’
• Pada saat Sunset, Moon alt= 4° 31’, Azimuth= 264° 46’
• Moonset pada 17:57 WIT, Azimuth=263° 55’,
• Kesimpulan HILAL MUNGKIN DILIHAT
• Peta Visibiltas Hilal : PERLU ALAT BANTU UNTUK MELIHAT HILAL

III. Saat Menentukan 1 Syawwal 1430 H:

  1. Saat Ijtimak / Konjungsi Bulan dan Matahari terjadi pada Sabtu, 19 September 2009 jam 01:44 WIB. Untuk memahami secara praktis tentang ijtimak/konjugsi, adalah persis saat terjadi Gerhana Matahari Total/Cincin/Sebagian, karena posisi Matahari dan Bulan sebujur dan selintang di langit.
  2. Hari Sabtu, 19 September 2009 inilah saat atau waktu untuk melakukan penentuan Awal Syawwal 1430 H, yakni saat GHURUUB/SUNSET (Matahari terbenam).
  3. Hari Sabtu, 19 September 2009 saat Sunset itulah saat mengamalkan Hadits di atas ( tentang rukyah). Karena bertepatan secara HISAB dan RUKYAH, dengan tanggal 29 Ramadhan 1430 H (bulan sebelum Syawwal).
  4. Pada saat itu, 19 September 2009, MUHAMMADIYAH dan PERSIS, serta penganut kriteria WUJUDUL HILAL (Hilal telah ada) telah menetapkan berdasarkan Hisab (Perhitungan ilmu Falak-Astronomi), dimana Hilal sebagai penentu awal Syawwal 1430 H adalah POSITIF/DI ATAS UFUK pada saat Hilal harus diRUKYAH.
  5. Pada saat itu, 19 September 2009, NU dan Depag, MUI, serta penganut kriteria MAUJUDUL HILAL (Hilal terlihat ada) akan melakukan pengamatan atau observasi atau RUKYAH Hilal untuk memastikan hasil Hisab (Perhitungan ilmu Falak-Astronomi), dimana Hilal sebagai penentu awal Syawwal 1430 H adalah memang BENAR POSITIF/DI ATAS UFUK pada saat Hilal harus diRUKYAH. Peluang hasil Rukyah pada hari ini akan ada dua:

Bila – atas idzin Alloh SWT – Hilal TERLIHAT, maka esoknya sudah harus berbuka alias sudah memasuki 1 Syawwal 1430 H. Dan 1 Syawwal 1430 H = 20 September 2009 M.

Bila – atas idzin Alloh SWT – Hilal TIDAK TERLIHAT, maka perintah Rasululloh SAW lewat hadits di atas adalah agar ISTIKMAL (digenapkan) jumlah bilangan hari dalam bulan Ramadhan. Karena saat dan waktu RUKYAH itu adalah tanggal 29 Ramadhan 1430 H, maka genapnya menjadi 29 + 1 = 30. Jadi esok hari (20 September 2009) adalah masih tanggal 30 Ramadhan 1430 H. Dan 1 Syawwal 1430 H = 21 September 2009 M.

IV. Beragam Penentuan 1 Syawwal 1430 H:

1. Pemerintah RI

Pada 19 September 2009, selepas magrib; Insya’ Allah sidang itsbat Pemerintah RI yg dipimpin Menteri Agama akan menetapkan 1 Syawwal 1430 H jatuh pada hari Ahad tanggal 20 September 2009.

2. Pemerintah Saudi Arabia:

Pemerintah Saudi Arabia juga Insya’ Alloh akan menetapkan 1 Syawwal 1430 H = 20 September 2009 M.

3. Beberapa Ormas Islam di Indonesia:

  • MUHAMMADIYAH, 1 Syawwal 1430 H = 20 September 209 M,
  • PERSIS, 1 Syawwal 1430 H = 20 September 209 M,
  • NU, menunggu sidang Itsbat Pemerintah, jadi ada peluang , 1 Syawwal 1430 H = 20 September 209 M,
  • HTI, Dewan Syuro PKS dll Insya’ Alloh juga akan memasuki pada hari yang sama.

4. Beberapa Jama’ah:

  • Jama’ah thariqah Naqsyabandiyah Padang (dengan anggota jama’ah +/- 35 orang) akan berlebaran pada hari Jumat 18 September 2009, berdasarkan sistem hisab yang mereka yakini yakni hisab urfi putaran golek limo.
  • Jama’ah an-Nadhir di Gowa (Sulawesi Selatan) akan berlebaran pada Sabtu 19 September 2009 berdasarkan “rukyat” pasang naik air laut.
  • Thariqah Naqsyabandiyah Jombang (dengan anggota jama’ah +/- 5.000 orang) akan berlebaran pada Senin 21 September 2009 karena kemungkinan besar rukyatul hilaal yang mereka selenggarakan pada Sabtu senja 19 September 2009 tidak akan menghasilkan data bahwa hilaal telah nampak (visibel) mengingat rukyat dilakukan dengan mata telanjang.

Download Makalah : Menentukan 1 Syawwal 1430 H

Wa Alloh a’lam….

Sumber : pakarfisika.wordpress.com

Senin, 07 September 2009

Hormati Guru, Jadilah Siswa yang Berbudi

Para Pembaca dan Anak-anakku sekalian, hormatilah gurumu karena jerih payahnya dan budi dan jasanya tak terukur dan tak tergantikan oleh SPP atau uang yang kalian bayarkan. Ketulusannya memberikan ilmu dan mengajarkan budi pekerti bagai air bening yang mengalir dari hulu sungai di puncak gunung yang tinggi, tak terbendung dan terhenti. Mengajar dan mengajar, mendidik dan mendidik walau terkadang situasi dan kondisi tak mau mengerti betapa berat tugas menjadi pendidik ini. Kembali, hormatilah guru, semua guru. Jasanya dan amal baktinya tak ternilai, sampai-sampai pemerintah hanya dapat memberi gelar "PAHLAWAN TANPA TANDA JASA".

Tulisan ini semoga juga menjadi bahan renungan bagi para guru untuk menjadi guru yang bersahaja (menjadi diri sendiri-apa adanya). Karena menjadi guru bukan pekerjaan mudah, bukan pilihan yang begitu saja terjadi. Ada hal-hal yang memang perlu dipertimbangkan bagi seseorang untuk akhirnya menjadi seorang "GURU". Pekerjaan dan penghasilan bagi seorang guru (khususya GTT) tidak sebanding dengan nama, derajat dan perhargaan masyarakat yang dianggap sebagai panutan dan pedoman bagi kehidupan berbangsa dan bernegara dalam lingkungan sosial.

Oleh karena beban dan nama yang disandang sangat berat dibanding penghasilan dan imbalan (dibanding profesi lain yang sejenis), maka sebagai orang berpendidikan yang berkecimpung di dunia pendidikan untuk mendidik anak bangsa, maka selayaknya image dan mental harus dijaga agar antara penampilan, perangai dan karaktek serta ruhani dapa berjalan seimbang dan tidak saling bertolak belakang, bahwa keutamaan seseorang bukan dari penampilan, bukan dari kecantikan dan ketampanan saja yang semata-mata karunia Alloh yang tak dapat dipesan atau diproses dengan teknologi atau rekayasa.

Lalu bagaimana agar nama, derajat dan penghargaan agar tetap sepadan dan luntur lantaran jiwa yang haus akan harta, jiwa kering karena kebutuhan yang semakin melenting. Tiada lain menjadi "DIRI SENDIRI, APA ADANYA, MEMBANGUN JIWA DAN MENYEMPURNAKAN ROHANI". Sebuah kata/slogan yang indah yang manis namun berat untuk di jalani. Namun itulah yang terjadi kalo kita menjadi diri sendiri maka tak akan terbebani, tak harus menjadi orang lain atau seperti orang lain yang kita pasti mampu memiliki. Orang yang biasa saja akan menjadi luar biasa bukan karena dia merubah penampilan, wajah atau bentuk tubuhnya. Dia akan menjadi luar biasa karena ilmunya, wawasannya, karyannya dan fungsinya bagi banyak orang.

Nah berikut beberapa uraian yang semoga bermanfaat untuk menjadikan diri kita lebih baik namun tetap apa adanya. Untuk membentuk bibir yang menawan, ucapkanlah kata-kata kebaikan. Untuk mendapatkan mata yang indah, carilah kebaikan pada setiap orang yang anda jumpai. untuk mendapatkan bentuk badan yang langsing, bagikanlah makanan dengan mereka yang kelaparan. Untuk mendapatkan rambut yang indah, mintalah seorang anak kecil untuk menyisirnya dengan jemarinya setiap hari. Untuk mendapatkan sikap tubuh yang indah, berjalanlah dengan segala ilmu pengetahuan, dan anda tidak akan pernah berjalan sendirian.

Manusia, jauh melebihi segala ciptaan lain. Perlu senantiasa berubah, diperbaharui, dibentuk kembali, dan diampuni. Jadi, jangan pernah kecilkan seseorang dari hati anda. Apabila anda sudah melakukan semuanya itu, ingatlah senantiasa. Jika suatu ketika anda memerlukan pertolongan, akan senantiasa ada tangan terulur. Dan dengan bertambahnya usia anda, anda akan semakin mensyukuri telah diberi dua tangan, satu untuk menolong diri anda sendiri dan satu lagi untuk menolong orang lain.

Kecantikan wanita bukan terletak pada pakaian yang dikenakan, bukan pada bentuk tubuh, atau cara dia menyisir rambutnya. Kecantikan wanita terdapat pada mata, cara dia memandang dunia. Karena di matanya terletak gerbang menuju ke setiap hati manusia, di mana cinta dapat berkembang.

Kecantikan wanita bukan pada kehalusan wajah. Tetapi pada kecantikan yang murni, terpancar pada jiwanya, yang dengan penuh kasih memberikan perhatian dan cinta dia berikan. Dan kecantikan itu akan tumbuh sepanjang waktu.