Sangat benar hadits rasul yang menjelaskan tingginya nilai keadilan. Dan benar adanya apabila keadilan akan membawa seseorang menjadi mulya disisi Alloh dan terhormat di hadapan manusia. Sebagian yang lain menjelaskan keadilan akan meyebabkan pelakunya masuk surga paling dulu. Dan salah satu hadist yang paling terkenal adalah naungan dan pelrindungan Alloh pada hari akhir nanti bagi 7 golongan, dan menempatkan pemimpin yang adil dalam urutan pertama.
Betapa mulia dan istimewa menjadi orang / pemimpin yang adil. Namun kenyataan di lapangan sangat sulit ditemukan sosok seperti ini. Jadi pemimpin dalam ruang lingkup terkecil misalnya kepala keluarga saja masih sangat susah menerapkan keadilan. Naik sedikit jadi ketua RT/RW sangat susah untuk berbuat adil, apalagi terkait dengan adanya konflik kepentingan terutama yang berkaitan dengan kesejahteraan dan keluarga. Misal, penentuan BLT atau kasus lain sangat susah untuk dapat adil dan bebas dari konflik kepentingan terutama dari tekanan/interfensi keluarga dan kerabat. Naik lagi menjadi kepala dukuh, kepala desa, camat, bupati dan terus ke atas. Begitu juga pada level pimpinan dalam instansi, kantor, lembaga dan segala jenis kegiatan.
Sekolah atau lembaga pendidikan tak lepas dari hal ini. Menjadi pemimpin rapat, menjadi ketua panitia tes, menjadi ketua PSB tak kalah susah menegakkan prinsip keadilan ini. Dan inilah yang yang kemudian menjadi sanagt berat karena langsung berkaitan dengan masyarakat luas, dengan lintas jajaran, lintas jabatan dan sebagainya. Sehingga profesionalisme dan akuntabilitas sangat susah untuk dapat berjalan pada rel dan sesuai prosedur yang seharusnya. Semua kemudian berubah menjadi kebijakan dan menempatkan seseorang menjadi "bijaksana" (bijaksana karena faktor X).
Seharusnya bila keadilan dapat ditegakkan, tidak akan ada orang terdhalimi karena ketidakadilan, tidak ada orang miskin terkungkung karena tersisih oleh kebijakan, tidak ada orang kaya berhasil menggusur yang miskin, tidak ada orang pandai terbuang karena tertendang orang bodoh yang bapaknya pejabat, tidak ada yang tertawa di atas kepala orang yang menangis karena kalah, karena tertindih, karena terjepit, karena terbuang dengan tak berperasaan.
Terus apakah bisa ditegakkkan sepenuhnya. Tentu berat dan sangat berat. Namun kita harus usaha, setidaknya meminimalisir agar keadilan dapat diwujudkan. Ya,.... begitulah dunia, maka janganlah terlalu terlena dengan gemerlap dan iming-iming dunia yang sebenarnya akan meyesatkan siapa saja yang lupa hakikatnya. Mari kita berbenah diri, menjadi pribadi yang lebih baik, lebih kredibel dan lebih profesional.
Senin, 06 Juli 2009
Keadilan, Sebuah Nilai Yang Sangat Berat
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar