Alhamdulilah, kata pertama yang terucap, atas jerih payah dan waktu yang terasa cukup panjang dan melelahkan dalam menjalani kuliah tambahan untuk menambah pengetahuan di bidang teknologi informasi.
Sebenarnya penulis tak begitu berminat mengambil kuliah tambahan dimana akan memperoleh gelar S1, karena penulis sudah menyelesaikan program S1 di Universitas Negeri Yogyakarta dengan gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.)
Awalnya, istri (Sri Sukapti, S.Pd.) yang menjadi guru PNS di MTs Borobudur, sebenarnya lebih mendorong agar penulis melanjutkan S2 di bidang TI, namun karena alasan biaya yang cukup tinggi (+- 30 jutaan) dan untuk bisa mengambil Master pada jurusan tersebut harus berlatang belakang yang sejenis (TI), maka akhirnya pas membaca brosur dari STMIK Bina Patria Magelang, langsung cek lokasi dan mencari informasi lebih lanjut. Entah jalan dan bisikan dari mana, kok akhirnya jadi ikut program tersebut, dan dengan segenap prihatin dan prihatin akhirnya selesai juga. Prihatin karena istri harus mengatur pendapatan yang seharusnya cukup untuk operasional harus terkurangi sekian banyak untuk bisa ikut kuliah ini.
Akhirnya, pada hari Selasa, 22 Desember 2009 penulis mengikuti prosesi wisuda sarjana dengan gelar Sarjana Komputer (S.Kom). Wisuda dilaksanakan di Ruang Syailendra Hotel Borobudur Magelang. Rasa senang, bahagia dan lega karena prihatin dan perjuangan yang didukung sepenuhnya oleh istri tercinta akhirnya selesai juga, artinya segera terbebas dari biaya-biaya kuliah yang tak kunjung selesai dan tak sedikit jumlahnya.
Tiada lain hanya karena dukungan istri semata, terutama moril dan dana yang membuat penulis dapat menyelsaikan program sesuai waktunya.
Oleh karena itu rasa terima kasih yang setinggi-tingginya penulis sampaikan kepada : Peringkat satu istri tercinta, Sri Sukapti, S.Pd., kemudian Khonsa dan Aufa yang ikut prihatin selama ini.
Peringkat dua saudara Budiyanto, yang dulu merupakan murid terbaik penulis yang sekarang sedang kuliah di VEDC Malang dengan beasiswa dari Direktorat Pusat Jakarta.
Peringkat tiga terima kasih juga penulis sampaikan kepada seluruh dewan guru, sahabat dan jajaran SMK Maarif kota Mungkid tempat penulis melakukan penelitian sekaligus tempat bekerja.
Bagai peribahasa "Darah Setampuk Pinang", " Daripada cempedak baiklah nangka, daripada tidak baiklah ada", penulis merasa belum berpengalaman dan hanya berpikir Sedikit pun cukuplah daripada tiada langsung. Semoga yang sedikit ini dapat bermanfaat bagi pribadi, keluarga, sekolah dan masyarakat secara umum.
Oleh karena beban dan nama yang disandang sangat berat dibanding penghasilan dan imbalan (dibanding profesi lain yang sejenis), maka sebagai orang berpendidikan yang berkecimpung di dunia pendidikan untuk mendidik anak bangsa, maka selayaknya image dan mental harus dijaga agar antara penampilan, perangai dan karaktek serta ruhani dapa berjalan seimbang dan tidak saling bertolak belakang, bahwa keutamaan seseorang bukan dari penampilan, bukan dari kecantikan dan ketampanan saja yang semata-mata karunia Alloh yang tak dapat dipesan atau diproses dengan teknologi atau rekayasa.
Lalu bagaimana agar nama, derajat dan penghargaan agar tetap sepadan dan luntur lantaran jiwa yang haus akan harta, jiwa kering karena kebutuhan yang semakin melenting. Tiada lain menjadi "DIRI SENDIRI, APA ADANYA, MEMBANGUN JIWA DAN MENYEMPURNAKAN ROHANI". Sebuah kata/slogan yang indah yang manis namun berat untuk di jalani. Namun itulah yang terjadi kalo kita menjadi diri sendiri maka tak akan terbebani, tak harus menjadi orang lain atau seperti orang lain yang kita pasti mampu memiliki. Orang yang biasa saja akan menjadi luar biasa bukan karena dia merubah penampilan, wajah atau bentuk tubuhnya. Dia akan menjadi luar biasa karena ilmunya, wawasannya, karyannya dan fungsinya bagi banyak orang.
Nah berikut beberapa uraian yang semoga bermanfaat untuk menjadikan diri kita lebih baik namun tetap apa adanya. Untuk membentuk bibir yang menawan, ucapkanlah kata-kata kebaikan. Untuk mendapatkan mata yang indah, carilah kebaikan pada setiap orang yang anda jumpai. untuk mendapatkan bentuk badan yang langsing, bagikanlah makanan dengan mereka yang kelaparan. Untuk mendapatkan rambut yang indah, mintalah seorang anak kecil untuk menyisirnya dengan jemarinya setiap hari. Untuk mendapatkan sikap tubuh yang indah, berjalanlah dengan segala ilmu pengetahuan, dan anda tidak akan pernah berjalan sendirian.
Manusia, jauh melebihi segala ciptaan lain. Perlu senantiasa berubah, diperbaharui, dibentuk kembali, dan diampuni. Jadi, jangan pernah kecilkan seseorang dari hati anda. Apabila anda sudah melakukan semuanya itu, ingatlah senantiasa. Jika suatu ketika anda memerlukan pertolongan, akan senantiasa ada tangan terulur. Dan dengan bertambahnya usia anda, anda akan semakin mensyukuri telah diberi dua tangan, satu untuk menolong diri anda sendiri dan satu lagi untuk menolong orang lain.
Kecantikan wanita bukan terletak pada pakaian yang dikenakan, bukan pada bentuk tubuh, atau cara dia menyisir rambutnya. Kecantikan wanita terdapat pada mata, cara dia memandang dunia. Karena di matanya terletak gerbang menuju ke setiap hati manusia, di mana cinta dapat berkembang.
Kecantikan wanita bukan pada kehalusan wajah. Tetapi pada kecantikan yang murni, terpancar pada jiwanya, yang dengan penuh kasih memberikan perhatian dan cinta dia berikan. Dan kecantikan itu akan tumbuh sepanjang waktu.



































